Tampilkan postingan dengan label Varietas Pepaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Varietas Pepaya. Tampilkan semua postingan

Pepaya Sukma ( IPB-6)


Varietas Pepaya Sukma merupakan varietas pepaya yang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai medium dengan ketinggian 100-700 meter di atas permukaan laut. Pepaya ini dikembangkan atas kerjasama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat dengan Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, dimana pemulianya adalah Prof. Dr. Sriani Sujiprihati dan Tim. Varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian RI pada tanggal 12 Otober 2009. Buah pepaya Sukma Sukabumi mempunyai bobot sekitar 2436-3136 gram per buah, berbentuk bulat lonjong, berukuran besar dengan diameter buah sekitar 13 cm. Ciri-ciri buah pepaya sukma yang lainnya adalah daging buahnya berwarna merah jingga dengan rasa manis dan kulit buah berwarna hijau tua semburat jingga. Produktivitas varietas ini adalah 50 – 70 ton per hektar per tahun.

Jenis IPB-6C memiliki keunggulan daging buah yang benar-benar merah. Ketika matang, warna kulitnya bersemburat kuning pada bagian ujung buah.Bobotnya cukup besar, 2 Kg, sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh satu keluarga besar.

Pepaya Calina ( IPB-9)





 

Varietas Pepaya Callina merupakan varietas pepaya yang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai medium dengan ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut. Pepaya ini dikembangkan oleh Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB dengan pemulia Prof. Dr. Sriani Sujiprihati dan Tim. Varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian RI pada tanggal 26 Mei 2010. Buah pepaya Callina mempunyai bobot sekitar 1 kilogram per buah, berbentuk silindris, berukuran besar dengan panjang sekitar 23-24 cm dan diameter buah sekitar 9 cm. Ciri-ciri buah pepaya Callina yang lainnya adalah daging buahnya berwarna jingga dengan rasa manis dan kulit buah berwarna hijau lumut. Produktivitas varietas ini adalah 69 – 79 ton per hektar per 4 bulan.

IPB-9 memiliki kekhasan pada permukaan kulit buahnya yang sangat mulus dan berwarna hijau. Bila dibelah daging buahnya berwarna Jingga kemerahan yang lezat. Daging buahnya tebal dan lembut. Bobotnya 1, 5 kg dengan tingkat kemanisan 110 briks.” Kadar gulanya lebih tinggi dari pepaya Cibinong yang berkadar gula 9-100briks, ” 

Pepaya Carisya ( IPB-3)


Varietas Pepaya Carisya merupakan varietas pepaya hasil pemuliaan yang dikembangkan oleh Tim Pemulia Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, yaitu Prof. Dr. Sriani Sujiprihati dan Tim. Varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian RI pada tanggal 26 Mei 2010. Buah pepaya Carisya mempunyai bobot sekitar 497 - 649 gram per buah, berbentuk lonjong, berukuran kecil dengan panjang sekitar 16-18 cm dan diameter buah sekitar 7-8 cm. Ciri-ciri buah pepaya Carisya yang lainnya adalah daging buahnya berwarna jingga kemerahan dengan rasa manis dan kulit buah berwarna hijau semburat merah. Tanaman ini beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai medium dengan ketinggi 100-450 meter diatas permukaan laut. Produktivitas varietas ini adalah 28 – 40 ton per hektar per 4 bulan.

Untuk IPB-3 memiliki keunggulan pada kadar gula buahnya yang mencapai 140 briks, bentuknya mini, daging buah tebal, berwarna Jingga kemerahan, dan berongga kecil. IPB-3 juga lebih tahan tungau dibandingkan IPB-1

Pepaya Arum Bogor



Varietas Pepaya Arum Bogor 1 merupakan varietas pepaya hasil pemuliaan yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Sriani Sujiprihati dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB. Varietas ini telah mendapatkan Sertifikat Pendaftaran Varietas Hasil Pemuliaan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman ( Pusat PVT) Kementerian Pertanian pada tanggal 1 Agustus 2007. Buah pepaya Arum Bogor 1 mempunyai bobot sekitar 654 gram per buah, berbentuk lonjong, berukuran kecil dengan panjang sekitar 14 cm dan diameter buah sekitar 10 cm. Ciri-ciri buah pepaya Arum Bogor 1 yang lainnya adalah daging buahnya berwarna kemerahan/ jingga dengan rasa yang sangat manis dan kulit buah berwarna hijau sedang. Umur petik Pepaya Arum Bogor 1 sekitar 140 hari setelah bunga mekar.

Arum Bogor mempunyai keunggulan bersosok kecil atau mini, bobotnya sekitar 0, 63 kg hingga praktis untuk dikonsumsi. “ Pepaya ini berpotensi untuk menyaingi varietas Hawai” 

Untung dari Budidaya Pepaya Calina

Biaya tanam pepaya Calina hingga menghasilkan berkisar Rp 31 35 ribu/ pohon. Hasil panen tahap pertama dari pepaya yang juga dikenal dengan nama IPB-9 ini berkisar 25 sampai 30 kg/ pohon. Harga jual buahnya di kebun Rp 3 ribu/ kg. Dalam sekali periode panen, petani sudah untung sekitar Rp 55 ribu/ pohon. Tanaman ini mulai berbunga pada umur 4 bulan dan terus berbuah sepanjang dua tahun. Buah yang besar belum habis sudah muncul buah yang baru. Ahmad Sasmita (36) petani pepaya Calina di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor mengatakan buah pepaya IPB 9 ini agak gede dan rasanya manis. Ia menanam pepaya jenis ini sejak Juni 2011, sampai sekarang sudah panen 16 kali sebanyak 1,2 ton dari 112 pohon. Saat ini Ahmad Sasmita punya 500 pohon pepaya Calina. Pedagang banyak yang datang ke kebun pepaya Ahmad Sasmita, di antaranya pedagang buah dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Untuk pasarnya, saya nggak bingung, pedagang dari Kramat Jati yang memasok buah pepaya untuk super market carrefour meminta 8 kuintal pepaya per satu minggu dengan harga Rp 3.500 per kg di sini, tambahnya. Prof. Dr. Ir Sriani Sujiprihati yang memuliakan pepaya unggul IPB-9 mengatakan sudah melakukan penelitian pepaya ini sejak tahun 2001. Pepaya ini sudah melalui uji pasar, pelepasan varietas dan diseminasi kepada para petani di berbagai wilayah. Hasilnya, buah ini sangat diminati konsumen, hasil produktivitasnya tinggi dan harganya bagus, tutur Prof Sriani di Kebun Buah milik Pusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) IPB di Tajur, Bogor. Pemenang Rusnas Award 2004 dan Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2006 ini telah membuktikan bahwa buah Indonesia memiliki kualitas yang lebih. Kita punya prinsip buah Indonesia tidak kalah dengan buah impor. Buah dengan label Indonesia yakni pepaya Calina, toh laku di pasaran dan berkualitas, tuturnya kepada Sinar Tani. Ir. Ketty Suketi Msi anak bimbing program doktor Prof. Sriani mengatakan pepaya Calina bisa ditanam dengan populasi 1.000 1.500 pohon/ ha. Pada umur 4 bulan, pepaya ini sudah berbunga, dan pada umur tanaman 7-8 bulan buahnya sudah bisa dipanen. Sampai umur 2 tahun, pohon pepaya Calina tetap berbuah. Tinggi tanaman pada umur 2 tahun masih bisa dijangkau tangan manusia. Sehingga untuk panennya masih bisa dipetik dengan tangan, tuturnya. Bila populasi tanaman 1.500 pohon per ha, maka usaha tani budidaya pepaya Calina bisa menghasilkan keuntungan Rp 82,5 juta, hanya dalam sekali panen tahap pertama. Sebuah usaha yang menjanjikan keuntungan yang besar. (Untuk berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991) = EDISI No. 3401

Varietas Pepaya Keluaran IPB

                Tujuan dari pengembangan pepaya lokal ini adalah untuk menghasilkan pepaya tipe besar, sedang dan kecil. Pepaya besar untuk konsumen keluarga besar, tipe sedang untuk konsumsi keluarga kecil dan tipe kecil/mini untuk konsumsi sendiri atau self type.
                Penelitian dan pengembangan varietas-varietas pepaya unggul ini membutuhkan waktu yang panjang. Penelitian dilakukan sejak tahun 2000 dan diawali dengan pengumpulan plasma nutfah sebagai calon tetua yaitu, varietas hawai solo, jenis lokal asal Cicurug, Bogor, dan introduksi dari luar negeri. “Koleksi-koleksi tersebut selanjutnya dilakukan penyilangan, Seleksi dan pemurnian”, ujar wanita kelahiran  28 Oktober 1955 ini.
                Hasilnya, kata Sriani, terlahir 9 varietas pepaya unggul. Masing-masing berkode IPB-1, IPB-2, IPB-3, IPB-4, IPB-5,IPB-6C, IPB-8, IPB-9 dan IPB-10. IPB-1 dan IPB-2 mendapatkan nama Arum Bogor dan Prima Bogor.
               Secara umum, kata Alm. Sriani,pepaya-pepaya unggul produktivitasnya lebih tinggi, lebih tahan hama,bentuknya lebih seragam dan tidak ada kekosongan pada masa panen karena musim kemarau tidak memproduksi bunga hermaprodit.
                Dari kesembilan varietas tersebut yang paling banyak diminta untuk dibudidayakan adalah IPB-1 atau Arum Bogor , IPB-3, dan IPB-9. IPB-9 telah dibudidayakan oleh Anwar Musada di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kecamatan Bogor. Dia membudidayakan IPB-9 pada lahan seluas 4 hektar.Kini dia telah menghasilkan omzet 68 juta per bulan. “hasilnya sangat memuaskan”, ujar petani yang telah berkebun sejak tahun 1970 tersebut.

 Lebih spesifiknya sebagai berikut:
1. Carisya (IPB3)
     Pepaya yang dihasilkdan kawan-kawanan dari penelitian Alm. Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS
     Keunggulan Pepaya Carisya (IPB3)
     - Praktis, karen bentuk buah yang kecil sehingga cukup dikonsumsi untuk satu orang a dengan
        menggunakan sendok
     - Kulit buah halus mulus, berwarna hijau tua
     - Rasa daging buah sangat manis
     - daging buah agak kenyal dan berwarna merah jingga
     - tidak ada bau "burung" sehingga disukai oleh konsumen (baik orang tua maupun  anak-anak)
   Untuk IPB-3 memiliki keunggulan pada kadar gula buahnya yang mencapai 140 briks, bentuknya mini,
   daging buah tebal,berwarna Jingga kemerahan, dan berongga kecil. IPB-3 juga lebih tahan tungau
   dibandingkan IPB-1.

     



2. Arum Bogor (IPB1)
         Arum Bogor mempunyai keunggulan bersosok kecil atau mini, bobotnya sekitar 0,63 kg hingga praktis untuk dikonsumsi. “Pepaya ini berpotensi untuk menyaingi varietas Hawai”, ujarnya. Sementara Prima Bogor mempunyai keistimewaan daging buahnya berwarna merah, ukurannya cukup besar dengan berat 2,257 kg dan dapat bertahan lama ketika disimpan. “Prima Bogor dapat bertahan selama  1 minggu masa penyimpanan”, kata Sriani.



3. Sukma (IPB6)
    Jenis IPB-6C memiliki keunggulan daging buah yang benar-benar merah. Ketika matang, warna kulitnya bersemburat kuning pada bagian ujung buah.Bobotnya cukup besar, 2 Kg, sehingga cocok  untuk dikonsumsi oleh satu keluarga besar.



4. Calina (IPB9)
     Untuk IPB-9 memiliki kekhasan pada permukaan kulit buahnya yang sangat mulus dan berwarna hijau. Bila dibelah daging buahnya berwarna Jingga kemerahan yang lezat. Daging buahnya tebal dan lembut. Bobotnya 1,5 kg dengan tingkat kemanisan 110 briks.”Kadar gulanya  lebih tinggi dari pepaya Cibinong yang berkadar gula 9-100briks,”jelas Sriani.



5. Wulung Bogor (IPB10)
Sementara itu untuk pepaya penghasil papain, telah dikembangkan IPB-10 atau Wulung Bogor. Yang buahnya berbentuk panjang dan mulus sehingga memudahkan pekebun untuk memperoleh papan.Produksi getah per buah dalam 9 kzli penyadapan mencapai 25,23 gram, rendemen getah mencapai 13,28%. Aktivitas proleotik papan kasar sebesar 1.102,34 mcu/g. 





 

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Aneka Tani Mandiri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger