Tampilkan postingan dengan label Hama Tanaman Pepaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hama Tanaman Pepaya. Tampilkan semua postingan

Hama dan Penyakit Penting pada Tanaman Pepaya (Bagian 1)


hama-pepaya-wikipediaOleh Dr. Ir. YAYI MUNARA KUSUMAH MSc.
Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB
Pepaya merupakan tanaman yang banyak digemari di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2010), produksi pepaya selama lima tahun terakhir ini termasuk dalam kelompok tiga besar produksi buah-buahan setelah mangga dan jeruk. Selama perkembangannya, pepaya dapat mengalami serangan hama dan pathogen yang dapat menyebabkan kerugian.
HAMA PENTING PADA TANAMAN PEPAYA
1. Kutu perisai (Aspidiotus destructor)
Serangga ini mengisap cairan daun yang menyebabkan timbulnya nekrosis pada bagian yang dihisap. Pada tingkat serangan berat, permukaan bawah daun dapat penuh tertutup lapisan seperti sisik. Pada permukaan atas daun terdapat bercak-bercak kuning. Serangan serangga ini menyebabkan daun menjadi kering dan rontok.
Kutu betina serangga ini berbentuk bulat, pipih, berwarna putih sampai abu-abu transparan dengan garis tengah kurang lebih 1.8. mm. Serangga jantan berbentuk oval dengan ukuran lebih kecil daripada serangga betina.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami dari kelompok predator seperti Chilocorus sp., Azya trinitasi, Cryptognatha nodiceps, Lindorus lophanthas., dan Pentilia castanae. Parasitoid yang dapat dimanfaatkan, antara lain Comperiella sp., Aphytis sp., dan Aspidiotiphagus sp. Konservasi serangga musuh alami ini penting dilakukan agar populasinya cukup tinggi untuk menekan populasi serangga hama. Penggunaan insektisida dilakukan hanya jika diperlukan saja.
2. Kutu dompolan (Planococcus citri)
Tanaman yang terserang hama ini mengalami gangguan pertumbuhan karena hama ini mengisap cairan buah, daun atau bagian lain pada tempat mereka berada. Bagian tanaman yang terserang dipenuhi massa putih seperti lilin yang bertepung. Kutu ini memproduksi embun madu yang dapat menjadi media pertumbuhan embun jelaga yang menyebabkan jaringan papaya diliputi lapisan berwarna hitam seperti jelaga.
Hama ini hidup berkelompok pada batang, daun, bunga sampai buah. Serangan dewasa berbentuk oval, pipih, berwarna kuning kecoklatan, kuning muda atau kuning tua. Kutu ini berukuran panjang 3 – 4 mm dengan lebar 1.5 – 2 mm, tubuhnya diliputi massa putih seperti lilin yang bertepung.
Pada musim kemarau, populasi kutu meningkat, terutama bila kelembaban relatif pada siang hari di bawah 75%. Penyebaran kutu dibantu oleh angin, hujan dan semut.
Hama ini dapat dikendalikan dengan sanitasi lingkungan dari gulma dan inang alternatif. Musuh alami dapat pula dimanfaatkan untuk mengendalikan hama ini, seperti predator dari family Coccinellidae dan Cecidomydae. Cendawan entomopatgen Empousa fresenii juga berpotensi dalam menekan populasi kutu dompolan ini.
3. Tungau merah (Tetranychus cinnabarrinus, T, bimaculatus, T. telarius dan T. cucurbitacearum)
Tungau sangat cepat berkembang biak dan dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan yang berat. Bagian tanaman yang diserang antara lain tangkai, daun dan buah. Tangkai yang diserang akan berwarna seperti perunggu. Pada permukaan atas daun terdapat bercak berwarna kuning atau coklat yang dapat meluas dan menyebabkan seluruh daun menjadi kuning yang kemudian menjadi merah karat. Apabila daun dibalik, pada permukaan bawahnya terlihat anyaman benang halus yang merupakan tempat tinggal hama imi. Serangan berat hama ini dapat menyebabkan daun gugur. Serangan pada buah menyebabkan terjadinya bercak-bercak kecil. Kesegaran dan ukuran buah berkurang.
Beberapa tungau predator dan cendawan pathogen serangga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama ini.
4. Kutu putih papaya (Paracoccus marginatus)
Kutu putih papaya Paracoccus marginatus adalah hama polifag dan paling banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman papaya. Populasi kutu putih, apabila tidak dikendalikan, dapat menurunkan hasil panen hingga 58%, dan biaya produksi meningkat 84%. Peningkatan biaya produksi terjadi karena meningkatnya penggunaan insektisida untuk mengendalikan populasi serangga ini.
Koloni kutu putih bisanya ditemukan di permukaan bawah daun dan terdapat di sekitar tulang daun. Kutu putih merusak tanaman inang dengan cara mengisap cairan tanaman sehingga daun berkerut, dan jika serangannya berat menyebabkan daun menjadi kuning, kering, dan akhirnya gugur.
Selain menyebabkan kerusakan langsung pada bagian tanaman yang dihisap, kutu ini juga mengasilkan embun madu yang dapat memicu tumbuhnya cendawan embun jelaga. Embun jelaga yang tumbuh menetupi permukaan daun dapat menyebabkan terganggunya proses fotosintesis.
Kutu putih papaya memiliki musuh alami berupa predator, parasitoid dan cendwan pathogen serangga.
Bersambung…
Sumber :  Workshop IKA Faperta IPB

Hama dan Penyakit Penting Tanaman Pepaya

Pengenalan dan Pengendalian Hama/Penyakit PepayaSerangan hama kutu putih pada tanaman pepaya yang dialami petani Boyolali (Kompas 26/10), sering kali dapat menimbulkan kerugian yang serius. Bahkan serangan hama tersebut menyebabkan separoh lebih populasi tanaman pepaya petani musnah. Para peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) telah melakukan serangkaian kegiatan penelitiannya tentang hama dan penyakit penting tanaman pepaya yang bertujuan untuk lebih mengenali dan sekaligus menentukan cara pengendaliannya.

Ternyata hama yang menyerang tanaman pepaya bukan hanya kutu putih saja, namun juga beberapa kutu sejenis seperti kutu sisik, kutu aphids, tungau, ataupun lalat buah yang sering membuat buah pepaya menjadi busuk. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman papaya antara lain busuk akar dan pangkal batang, penyakit layu bakteri.

Cara Mengatasi Hama Tanaman Pepaya

Hama dan penyakit pada tanaman pepaya pengaruhnya luar biasa pada tanaman pepaya. Jika pepaya yang kita tanam mengalami gejala datangnya  serangan hama sebaiknya segera di atasi. Banyak yang teledor dalam menangani masalah ini. Kebanyakan sudah terserang hama baru mengobatinya. jika tanaman sudah terjangkit hama lebih sulit menanggulanginya.

  • saran saya lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Gangguan tanaman pepaya di kelompokkan menjadi dua yaitu HAMA dan PENYAKIT. Masa kembang biaknya pun terbanyak dialami di 2 waktu yaitu pada musim kemarau biasanya yang datang menganggu pepaya kebanyakan jenis hama sedangkan pada musim penghujan gangguan yang sering dialami terserang penyakit/ jamur.
A. Kelompok Hama pepaya yaitu :
Kutu putih atau kutu tanaman
Tungau merah / coklat/ ijo
Lalat buah.
pepayaHama tanaman pepaya ke tiga macam di atas  biasanya menghisap cairan sel dalam jaringan. (daun batang buah pepaya dengan meggunakan mulutnya). akibatnya daun bisa mengkerut, kekuning kuningan buahnya rusak kulit luar dan daging dalamnya jika mateng warna blonteng (bangle) Jika tidak segera di atasi  pertumbuhan dan buahnya rusak bahkan mati. Hama kutu putih, tungau, lalat buah, biasanya muncul pada musim kemarau, pada musim penghujan biasanya hilang dengan sendirinya.
Kutu putih dan kutu kutuan
Hama Pepaya  ini berwarna putih kecil tubuhnya ditutupi selaput benang lembut. berkembang biak secara bergerombol, penyebarannya bisa terbang bersama angin dan berkoloni dengan semut. .
Cara merusak :
Menghisap cairan sel dalam jaringan daun batang buah dengan meggunakan mulutnya. Akibatnya daun  bisa mengkerujut kehabisan cairan daun rusak dan mati. Jika menempel di buah kutu putih ini bergerombol dan menyerap cairan buah pepaya.
Cara mengatasinya :
Jika terkena kutu putih semprot dengan insektisida, yang manjur hingga saat ini silahkan memakai insektisida alika. (baca aturan pakai dalam kemasan dan jangan memakai lebih dari dosis yang di anjurkan) Jika serangan hama parah tambahkan detergen. Pangkas bagian pepaya yang terserang parah dan musnahkan.
Tugau merah / coklat/ ijo
Bentuk hama tungau  mirip laba-laba berukuran kecil kurang dari 1mm
hama tanaman pepayaCara merusak :
Hama tanaman pepaya ini menghisap daun pucuk tanaman dan tunas muda. Bagian yang diserang berubah warna bekas luka menjadi bintik titik kuning lalu menghitam dan tumbuh mengkerut tidak sehat. .
Cara mengatasi  :
Jika terkena tungau merah pengendaliannya dengan tepung belerang dengan cara di hembuskan ke permukaan daun pepaya yang terserang. atau penyemprotan menggunakan akarisida (seperti kelthane  atau morestan). (baca aturan pakai dalam kemasan dan jangan memakai lebih dari dosis yang di anjurkan)
Lalat Buah
Hama tanaman pepaya Lalat buah biasanya menusuk  dengan alat mulut moncongnya menembus kulit buah kemudian meletakkan telurnya.Masa/ periode telur sekitar,1-20 hari . Lalat buah pepaya cepat berkembang biaknya dan bergerombol. Efek dari sengatan buahnya rontok, jika tidak rotok buahnya menjadi benjol benjol.
hama lalat buahcara mengatasinya :
Buat perangkap dengan botol plastik di rangsang menggunakan petrogenol, atau menaruh kapur barus di gantung di sekitar pepaya, fungsinya sebagai pengusir lalat buah membuat lalat buah tidak bernafsu makan.
B. Kelompok Penyakit bisa di identifikasikan Kelompok Jamur  yaitu :
Layu bakteri
Rebah batang
Busuk pangkal batang
Antraknosa / busuk buah.
Tanaman pepaya rentan terhadap air. kekurangan air atau kelebihan air bisa mati. Biasanya pada musim penghujan yang sering mengalami gangguan di atas muncul akibat hujan. banyaknya air yang ada dalam tanah mengakibatkan lembab. sehingga mempercepat kembang biak patogen baik jamur maupun bakteri. Juga mengakibatkan terganggunya keseimbangan pupuk tanaman pepaya dalam tanah.
Cara menanggulangi :
Pengaturan drainase yang baik. tidak boleh ada air yang menggenang.
Jika tanaman pepaya dalam keadaan sehat atau Lakukan penyemprotan  fungisida dan insektisida  bergantian secara teratur. bisa dilakukan setiap 7 hari sekali.
Jika  mengalami gejala terkena penyakit penyemprotan fungisida satu minggu 2 kali hingga sembuh, dan dilanjutkan berkala setiap 7 hari dan rutin. pakai cara MMCT
Pada musim penghujan biasanya ph tanah turun dan lembab lakukan pemupukan dolomit secukupnya. Efek doloit pada tanah lembab suhu di dalamnya bisa menjadi hangat.
Cara MMCT : mudah murah cepat dan tepat dilakukan bahan pengobatan.    Dalam adonannya :
Obat fungisida + detergen + ajinomoto atau MSG
hama tanamanCara Pakai yaitu dalam tangki semprot ukuran 14 liter
Jika serbuk : 2 sendok makan jika cair : 5 sampai 7 cc/ml. ( baca aturan pakai)
Detergen ( biasanya kami pakai  mama lemon cuci piring dan buah bisa juga jenis sabun colek. bukan detegen  untuk pencuci pakaian terlalu panas) 3 sampai 5 sendok  ( fungsi detergen pembunuh bakteri lihat di kemasnya ).
Ajinomoto MSG untuk masak. 3 sampai 5 sendok makan ( jangan di tertawakan  lo mOsOk moto untuk penyedap makanan kok buat pengobatan). Jangan remehkan kandungan moto untuk tanaman, kalau tidak percaya silahkan tanya sama mbah google  manfaat ajinomoto MSG untuk tanaman. Tanya sama mbah google klik di sini
Karya di atas adalah pengalaman kami tentang mengatasi hama tanaman dan penyakit yang ada pada pepaya.
Catatan tips jitu MMCT mengatasi hama tanaman.  
pemakaian insektisida bisa di tambahkan detergen + ajinomoto atau MSGpemakaian  fungisida  bisa di tambahkan detergen + ajinomoto atau MSG
fungsi detergen = megurangi nafsu makan / membunuh  hama dan bakteri
fungsi ajinomoto atau MSG= memberi tambahan suplai pada tanaman makanan.karena MSG kandungan Nitrogen tinggi
Logika : jika sakit harus di obati kalau minum obat maka harus ada makan nutrisi yang memadai.
hal yang tidak boleh
*** Fungisida tidak boleh dicampur dengan insektisida
*** Jika mau mencampur dengan pupuk jangan berkategori pukuk kalium.
Penting ……
jika tanaman pepaya tidak dalam sakit atau gejala  terserang hama tanaman pepaya  saya sarankan mengunakan obat-obatan yang biorganik. Jika ada yang lebih tahu cara cepat dan tepat mengatasi hama pepaya mohon tulislah pengalaman anda di kolom komentar.
isikan komentar pengalaman anda.
Dengan adanya interface antara pengunjung lainya yang membacanya jadi tahu, ilmu anda bermanfaat dan jangan lupa mendapatkan pahala lo.
Semoga dalam budidaya menanam pepaya anda mendapatkan hasil panen melimpah sesuai harapan.
artikel kait kata tag :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Aneka Tani Mandiri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger